BELA DIRI TARUNG DERAJAD

Sebagai orangtua pastinya tak ingin buah hati Anda terluka atau disakiti oleh orang lain. Terlebih saat ini, berita tentang kekerasan kepada anak kerap beredar di media sosial bahkan di pemberitaan. Anda pun sebagai orangtua tak bisa sehari penuh melindungi serta mengawasi buah hati tercinta saat berada di luar rumah. Anda pastinya ingin anak Anda bisa tangguh dan mampu menghadapi beberapa ancaman dari pihak tertentu.

Salah satu pilihan bisa Anda lakukan dengan membekali seni bela diri kepada sang buah hati. Pilihlah beladiri yang aman bagi anak Anda dan pastinya menyukai gerakannya karena gerakan tarung derajad sangat simple dan menarik.

Seni ilmu olahraga bela diri tarung drajat dideklarasikan kelahirannya di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer. Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya di dalam berbagai bentuk perkelahian, di mana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya.

Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan & perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar “SANG GURU TARUNG DERAJAT”.

Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.

Filosofi Hakekat Tarung Drajat

Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri. Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME. Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.

Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas. Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif. Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral.

Beladiri tarung derajat “AA Boxer” merupakan salah satu cabang olah raga yang patut dibanggakan. Alasannya bela diri tarung derajat telah mampu menjadi peserta Pekan Olahraga Daerah (Porda), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga Asian Games. Setelah melintasi perjalanan waktu yang cukup militan, beladiri asli Indonesia ini sudah banyak dipelajari oleh masyarakat umum hingga personel militer.

Para petarung memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri. Mereka terkesan seperti orang yang penurut dengan sikapnya yang tunduk demi menghindari keangkuhan. Hal tersebut tergambar dalam semboyan Tarung Derajat:

Tarung Derajat

Tarung Derajat SMK Bina Nusantara

Boxer

Beladiri Tarung Derajat

Aku ramah bukan berarti takut. Aku tunduk bukan berarti takluk.

Olahraga beladiri tarung derajat adalah karya anak bangsa. Maka ini harus dilestarikan dan dikembangkan sebagai produk budaya bangsa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *