Teknologi apa yang akan tren di tahun 2018?

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat. Memasuki penghujung tahun 2017, sudah diprdiksi beberapa teknologi yang akan menjadi tren di tahun 2018. Berikut ini teknologi-teknologi tersebut,

AI Foundations

Artificial Intelegence atau biasa disebut AI merupakan kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem dalam konteks ilmiah. Menurut survei yang dilakukan oleh Gartner, sekitar dari 59 persen organisasi telah masuk ke tahap awal dalam mengumpulkan informasi untuk membangun strategi AI mereka. Teknologi yang pernah menjadi impian bahkan difilmkan pada tahun 2001 akhirnya menjadi kenyataan.

Diharapkan tahun 2018 mendatang, AI dapat digunakan untuk meningkatkan pengambilan keputusan, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan menemukan model bisnis lainnya.

Intelligent Apps dan Analytics

Smartphone saat ini yang sudah cukup cangkih masih terus dikembangkan lagi. Akan semakin banyak aplikasi dan layanan berbasis AI yang mampu mempelajari penggunanya. Gartner juga memprediksi bahwa sebagian smartphone yang dirilis pada tahun 2018 bakal dibekali dengan chipset AI.

Intelligent Things

AI dapat dikombinasikan dengan machine learning  yang memungkinkan kita berinteraksi dengan cara yang lebih kohesif.

Aplikasi dengan perintah suara seperti ‘OK Google’ akan semakin berkembang bahkan merambah ke aplikasi lainnya.  Bahkan beberapa perangkat pintar lainnya bakal bekerja secara mandiri tanpa input manusia.

Conversational Platform

Saat ini kepuasan pelanggan menjadi fokus utama perusahaan-perusahaan besar. Tahun 2018 nanti, semakin banyak perusahaan yang akan mengandalkan conversational platform yaitu chatbot sebagai pendekatan baru untuk dapat melayani kebutuhan konsumen dengan efektif. Teknologi ini memungkinkan perusahaan berinteraksi bahkan bertransaksi dengan konsumen mereka lebih cepat dengan biaya yang jauh lebih efisien.

Continuous Adaptive Risk dan Trust

Perkembangan aplikasi yang ada tentu membutuhkan sistem keamanan yang memadai. continuous adaptive risk and trust assessment (CARTA) dirancang  untuk menangani semua perubahan yang terus terjadi di lingkungan bisnis digital, sehingga transaksi bisnis yang menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut terjaga keamanannya.

Perkembangan teknologi yang ada tentusaja harus diimbangi dengan kebijaksanaan  pengguna, jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kegiatan kita justru memberikan dampak negatif bagi diri kita sendiri dan orang lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *