Pentingnya Pendidikan Karakter

Pentingnya Pendidikan Karakter

 

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang menjadi sesuatu yang sangat berharga. Karena di sekolah terjadi transfer ilmu sekaligus penanaman nilai-nilai luhur suatu bangsa. Oleh karena itu, kurikulum yang ada di sekolah perlu benar-benar diperhatikan.

Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter

Apabila kita melihat tayangan – tayangan televisi, berita di internet yang banyak kejadian adanya pelanggaran dari berbagai segi mulai dari korupsi, bepotisme, perampokan, pencabulan bahkan pembunuhan. Bahkan nilai-nilai karakter yang dimiliki oleh sebagian anak sekolah mulai menurun. Hal ini bisa dilihat dari terlihatnya anak sekolah kelayapan dengan memakai seragam sekolah saat di jam sekolah, berkata tidak sopan dan seenaknya kepada orang yang lebih tua, apalagi sesame teman sekolah, serta sudah banyak terjadi tawuran antar sesame pelajar dengan pelajar dari sekolah lain.

Fenomena di atas menjadi pertanyaan dalam benak pikiran kita, apakah hal tersebut sebagai indikasi kegagalan dunia pendidikan untuk membentuk karakter seorang siswa? Apakah ini sebagai kelalaian orang dewasa untuk member contoh yang baik kepada anak? Atau apakah ini pertanda kelupaan orang tua dalam mengawasi perilaku anak?

Apabila memang kita sadari demikian, maka seharusnyalah pendidikan karakter perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Di sekolah siswa perlu mendapatkan pembinaan karakter yang baik. Orang tua dan orang yang dewasa perlu memberikan keteladanan yang pantas untuk ditiru oleh anak.

Media masa tentunya tidaklah semua jelek, banyak tayangan yang menunjang kepada pembentukan karakter yang baik. Sebagai yang lebih dewasa, orang tua, atau pun guru tinggal memberikan arahan dalam tontonan. Karena kita sudah maklum, salah satu ciri khas anak adalah suka meniru perilaku yang lagi ngetrend. Mode rambut, pakaian dan hal lain yang ditampilkan idola nya. Tanpa adanya bimbingan maka anak akan kebamblasan dalam meniru.

Dengan demikian Perlu diingatkan lagi bahwa pembentukan karakter harus dilakukan oleh semua pihak sekolah.

SMK Bina Nusantara pada awal tahun ajaran 2017-2018 telah melaksanakan Pendidikan Karakter dan Nasionalisme Bangsa selama 3 bulan dimulai pada bulan Juli sampai dengan September. Tujuan pelaksanaan Pendidikan Nasionalisme dan Karakter Bangsa bagi peserta didik SMK Bina Nusantara Semarang adalah :

  1. Meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menerima, menghormati, dan menghargai segala bentuk keragaman bangsa sebagai karunia Tuhan Yang Maha Kuasa.
  2. Mengembangkan sikap, moral, dan etika peserta didik sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.
  3. Meningkatkan wawasan kebangsaan peserta didik.
  4. Menerapkan nilai-nilai luhur budaya, nasionalisme,dan karakter bangsa.
  5. Meningkatkan rasa hormat peserta didik kepada simbol-simbol negara (Bendera, Lambang Negara, Presiden, dll), serta menghargai jasa para pahlawan dan perjuangan bangsa.
  6. Menumbuhkembangkan jiwa kepemimpinan peserta didik.

 

Sesuai standar kompetensi yang diharapkan, maka dalam kurikulum Pendidikan Nasionalisme dan Karakter Bangsa disusun mata pendidikan dan pelatihan dalam 2 (dua) kelompok materi, yaitu Teori dan Praktik (Aplikasi).

  1. Teori

Adalah mata diklat kelompok pengembangan wawasan kebangsaan yang membekali peserta didik dengan konsep-konsep yang berkaitan dengan Nasionalisme dan Karakter Bangsa.

  1. Praktik (Aplikasi)

Mata diklat kelompok praktik (aplikasi),merupakan wadah bagi peserta diklat dalam menerapkan substansi pembelajaran (pengetahuan, sikap, keterampilan, dan perilaku) selama mengikuti diklat agar hasil diklat dapat lebih dirasakan secara langsung.

Adapun materi yang diberikan dalam diklat Nasionalisme dan Karakter Bangsa adalah : Orientasi Sekolah, Tata Tertib, PBB, Tata Upacara Bendera, 4 Pilar Kebangsaan, Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi, Pembinaan mental / kerohanian / keagamaan, Pemahaman Lingkungan Hidup, Budaya SMK Bina Nusantara Semarang, Nilai-nilai karakter, Pencegahan penggunaan Narkoba, Safety riding, Nilai-nilai juang 1945, Kesehatan Reproduksi, Bhakti Sosial, Kreatifitas, Pentas seni dan budaya, dan Outbound.

Di dalam pendidikan ini, peserta didik dilatih untuk melaksanakan pembiasaan dan budaya sekolah yang positif, antara lain :

  • Rambut dan pakaian rapi
  • Disiplin berangkat lebih awal
  • Melaksanakan 5 S (Salam, senyum, sapa, sopan dan santun)
  • Budaya literasi (Membaca sebelum pelajaran)
  • Apel kegiatan
  • Olahraga untuk menjaga kesehatan jasmani
  • Membersihkan ruangan belajar
  • Laporan kesiapan siswa untuk menerima pelajaran
  • Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pelajaran
  • Sholat berjamaah
  • Berani mengemukakan pendapat
  • Budaya minta maaf
  • Budaya mengucapkan terima kasih
  • Menghormati orang yang lebih tua
  • Menyayangi orang yang lebih muda
  • Peduli terhadap sampah
  • Menghargai orang berbicara

Selain materi klasikal di SMK Bina Nusantara Semarang, peserta didik juga melaksanakan kegiatan diluar Sekolah, antara lain : Bersih lingkungan di sekitar SMK, dan Jalan sehat di sekitar wilayah SMK Bina Nusantara Semarang.

Instruktur dan Pembina diklat adalah Guru-guru SMK Bina Nusantara Semarang yang kompeten dibidangnya dan didukung sepenuhnya oleh Personil dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat Kota Semarang. Selain itu untuk pemberi materi juga berasal dari BNN Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Polsek Ngaliyan, Pusat Pelayanan Terpadu (PPT), LVRI, dan Dinas Sosial Kota Semarang.

Ida Fahru Roziyah, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *