Menembus SNMPTN 2018

Menembus SNMPTN nggak bisa dilakukan dengan jalan instan. Apalagi, sekadar mengandalkan keberuntungan. Maka, kamu pun harus mempersiapkan SNMPTN 2018 (atau SNMPTN satu-dua tahun mendatang) sejak awal. Kapan? Sekarang juga! Lebih-lebih, buat kamu yang duduk di kelas 12. Inilah 5 langkah yang perlu kamu lakukan demi sukses menembus SNMPTN.

1. Cari tahu ketentuan dasar SNMPTN.

Di antaranya adalah:

* Tiap PTN membuka kesempatan untuk masuk melalui SNMPTN.

* Kuota MINIMALNYA, berdasarkan ketentuan tahun 2017, adalah 30 persen. Jadi seandainya ada 1,000 kursi di PTN A, setidaknya 300 melalui jalur SNMPTN. Boleh juga mencapai 350, 400, atau lebih. Untuk SNMPTN 2018, kuota minimalnya bisa berubah, bisa juga sama (catatan: SNMPTN 2016 SNMPTN minimal 40 persen, tapi di tahun 2017 turun menjadi minimal 30 persen. Baca: “Kuota SNMPTN Terus Dikurangi, Jalur Undangan Dinilai Nggak Efektif?“)

* Hanya siswa SMA yang lulus tahun 2018 mendatang yang boleh ikutan seleksi. Yang udah alumni nggak bisa, tsay!

* Sudah begitu nggak semua siswa kelas 12 bisa ikutan daftar SNMPTN. Tiap SMA memiliki “jatah” kuota berdasarkan akreditasi sekolah tersebut. Semakin bagus akreditasinya, makin besar kuotanya. Trus, siswanya dipilih berdasarkan apa? Berdasarkan peringkat nilainya. Detil kuota yang bisa ikutan SNMPTN (berdasarkan aturan tahun 2017) adalah sebagai berikut:-

– 50 persen siswa terbaik di sekolah dengan akreditasi A

– 30 persen siswa terbaik di sekolah dengan akreditasi B.

– 10 persen siswa terbaik di sekolah dengan akreditasi C

– 5 persen siswa terbaik di sekolah yang belum terakreditasi

Berarti yang perlu kamu lakukan adalah mencari tahu akreditasi SMA-mu dan yang terpenting adalah menggenjot prestasi supaya memenuhi syarat ikutan  seleksi. Lebih lengkapnya, cek poin dua.

2. Genjot nilai rapor dan pencapaian yang relevan.

“Gue kan, nilainya di atas dia. Kok malah dia yang kepilih masuk jadi peserta SNMPTN?

Nah, kamu mesti paham dulu nih, yang menjadi penilaian di SNMPTN. Yaitu:

* Nilai rapor kamu dari semester 1 sampai 5 akan dilihat. Kalau memang berniat lolos SNMPTN, dari awal mesti jaga nilai. Nggak sekadar mendapatkan angka dan rata-rata bagus, tapi juga mesti konsisten. Dengan kata lain, nilainya nggak naik turun. Melainkan stabil atau meningkat.

* Nggak semua nilai rapor jadi pertimbangan, lho. Peringkat kamu di sekolah ditentukan oleh mata pelajaran tertentu, sesuai program yang diambil.

Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, Kimia

Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Geografi, Ekonomi, Sosiologi

Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu bahasa asing

SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kompetensi Keahlian

Nah, bagi kamu yang mengejar SNMPTN, fokus lah di pelajaran tersebut. Kamu juga bisa menyertakan prestasi yang relevan. Misalnya menjuarai olimpiade sains nasional. Semetara jika kamu ingin mendaftar di program studi seni dan olahraga, kamu juga harus menyusun portofolio yang berisi aneka karya serta pencapaian kamu di bidang tersebut.

3. Fokuskan pilihan.

Mantapkan pilihan program studi dan kampus yang ingin diambil. Bukan berarti kamu ngasal memilih, ya. Eksplorasi berbagai program studi dan PTN yang tersedia. Setelah menentukan pilihan, kamu pun bakalan makin fokus dalam persiapan.

Jika misalnya, kamu mengincar masuk Desain Produk‍ Institut Teknologi Bandung‍, maka kamu pun harus menyiapkan karya/portofolio. Begitupula jika berniat masuk Kedokteran Gigi‍ Universitas Padjadjaran‍, misalnya. Kamu sudah mulai bisa googling untuk melihat kuota yang tersedia dan ketentuan khusus FKG Unpad (jika ada).

Intinya, dengan mengetahui pilihan program studi, kamu bisa mencari tahu persyaratan dan estimasi peluang untuk masuk jurusan tersebut. Termasuk apakah prodi yang kamu incar bisa lintas jurusan

Nah, sebelum memantapkan hati dan menjatuhkan pilihan, kamu harus mengetahui yang berikut ini;

* Pilihan program studi maksimal 3. Pilihan kampus maksimal 2.

* Satu kampus, maksimal dua program studi, nggak boleh tiga pilihan dengan kampus yang sama.

* Jika memilih 2 PTN, maka salah satunya harus di provinsi yang sama dengan SMA kamu. Namun kalau hanya memilih 1 kampus, bebas di PTN mana saja.

* Urutan pilihan menentukan urutan prioritas kamu.

4. Tanya-tanya ke senior.

Mulai cari tahu senior yang berhasil lolos SNMPTN, terutama mereka yang lolos prodi dan kampus yang kamu incar. Kemudian, konsultasi lah dengan si senior. Termasuk menggali tips dan trik untuk sukses diterima SNMPTN.

5. Cek jadwal SNMPTN.

Pastikan kamu siap mengikuti jadwal rangkaian kegiatan SNMPTN. Jadwal resmi SNMPTN 2018 belum keluar, sih. Namun estimasinya adalah sebagai berikut.

* Pertengahan Januari-Pertengahan Februari = Pengisian PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa)

* Pertengahan Januari-Pertengahan Februari = Verifikasi PDSS

* Sekitar tanggal 20 Februari – Awal Maret =  Pendaftaran SNMPTN

* Pertengahan Maret – Pertengahan April = Proses seleksi

* Akhir April = Pengumuman hasil SNMPTN.

Proses pendaftaran dan pengumuman hasilkan dilakukan di situs resmi SNMPTN yaitu snmptn.ac.id.

Semoga berhasil menembus SNMPTN 2018!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *