Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, SMK Bina Nusantara Semarang melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk para peserta didik baru. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, beradaptasi dengan budaya sekolah, serta berkenalan dengan teman sebaya dan para guru di sekolah. Selaras dengan Kemendikdasmen, SMK Bina Nusantara berkomitmen mewujudkan Program MPLS Ramah 2026, yakni kegiatan MPLS yang berfokus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas perundungan. Program MPLS Ramah melarang segala bentuk perpeloncoan maupun atribut tidak wajar. Untuk itu, MPLS di SMK Bina Nusantara berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah dan kegiatan pengembangan karakter siswa. SMK Bina Nusantara telah merancang berbagai kegiatan MPLS edukatif dan menarik, mulai dari pengenalan profil dan lingkungan sekolah, dan pengenalan guru serta warga sekolah. Dimulai pada Senin, 13 Juli 2026 kegiatan ini berlangsung selama 5 hari sampai dengan Jumat 18 Juli 2026. MPLS Ramah 2026 SMK Bina Nusantara mengusung Tema Bersaing, Bertanding, dan Bersanding. Harapannya, selama MPLS mereka tidak hanya saling mengenal tetapi juga belajar berkompetisi dan berkolaborasi dalam hal positif. “Tema ini dipilih agar dalam semangat MPLS ini mereka (tidak hanya) belajar bertanding dan bersaing antarkelompok tetapi juga belajar bersanding dengan kelompok lainnya,” ujar Ghaly Raga Suci, S. Th.I selaku koordinator acara kegiatan MPLS 2026 SMK Bina Nusantara. Saat pelaksanaan MPLS peserta didik baru dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen, dari berbagai jurusan yakni jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan, TSM (Teknik Sepeda Motor), Akuntansi, dan DPB (Departemen Penyajian Busana). Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang tidak hanya edukatif tetapi juga kreatif dan menyenangkan. Pada Hari pertama, MPLS dibuka dengan upacara pembukaan, pengenalan warga sekolah dan fasilitas sekolah serta Budaya 5R, kemudian ada pengenalan jurusan dan office tour. Selanjutnya, pada hari kedua peserta MPLS diperkenalkan dengan alumni dan dunia industri, materi kurikulum oleh waka kurikulum, dan materi bijak bermedia sosial dari Lantip UNNES. Pada hari ketiga, ada pengenalan alumni dan industri dari Jurusan Teknik Sepeda Motor. Siswa baru juga dibekali pengetahuan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Hari keempat diisi dengan kegiatan urban farming dan outbound. Lalu pada hari terakhir ditutup dengan kegiatan Pentas Seni (Pensi) oleh siswa-siswi baru kemudian diakhiri dengan penutupan MPLS. Seluruh siswa mengikuti rangkaian Kegiatan MPLS dengan semangat dan ceria. Mereka juga berpartisipasi aktif dalam setiap sesi materi yang disampaikan. Antusiasme tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam mewujudkan MPLS Ramah 2026. Keceriaan MPLS juga memberikan kesan mendalam bagi para siswa. Seperti halnya yang dirasakan oleh Keisha dan dan dua siswa lainnya dari Departemen Penyajian Busana. Menurutnya, dari seluruh kegiatan MPLS, outbound menjadi kegiatan yang berkesan, terutama saat mereka melakukan permainan di alam. “Semua kegiatannya menyenangkan, tapi yang paling seru waktu Outbound, diajak main air, main game, seru-seruan,” ungkap Keisha. Keisha juga menyebut penyampaian materi industri dari narasumber juga menjadi pengalaman berharga baginya. Terutama saat dirinya mendapat kesempatan berdiskusi pada sesi tanya jawab. Antusiasme tersebut merupakan salah satu bentuk keberhasilan SMK Bina Nusantara dalam mewujudkan MPLS Ramah. Berakhirnya masa MPLS menjadi awal bagi para siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan semangat. Selain itu, SMK Bina Nusantara terus berkomitmen untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pengembangan potensi peserta didik.