SMK Bina Nusantara Semarang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menghadirkan Sosialisasi Anti Narkoba sebagai salah satu acara penting dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Bertempat di aula sekolah, kegiatan tersebut dipandu oleh Ida F. Roziyah, S.Pd yang berlangsung dalam kegiatan MPLS hari ketiga pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan sosialisasi antinarkoba merupakan langkah penting untuk membekali siswa sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tumbuh kembang dan proses belajar mereka. Selain itu, sosialisasi tersebut juga merupakan bentuk komitmen sekolah dalam membangun sekolah yang aman, nyaman, dan bebas narkoba. Reza Aditya, S.Pd., M.A., Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda BNN Provinsi Jawa Tengah selaku narasumber menyampaikan sejumlah materi, antara lain bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, pengaruhnya terhadap prestasi belajar, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Para siswa baru diajak memahami pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif agar tidak mudah terpapar narkoba. Selain itu mereka juga harus menjalankan pola hidup hidup sehat. Sebagai bentuk penjagaan diri, mereka juga harus berani mengatakan "tidak" terhadap ajakan menggunakan narkoba. Para siswa cukup antusias mendengarkan materi sosialisasi dari narasumber. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka sebenarnya peduli dengan isu narkoba yang berkembang di generasi mereka. Terlebih mereka juga diperkenalkan dengan berbagai jenis narkoba yang dikemas dalam berbagai macam bentuk, antara lain brownies ganja, permen ganja, bahkan ada narkoba jenis baru, yakni jamur kotoran sapi yang penggunaannya dicampur dengan makanan. Selain narkoba, para siswa juga diimbau untuk menghindari rokok, rokok elektrik, dan minuman keras. Sama halnya seperti narkoba barang-barang tersebut juga memiliki potensi bahaya yang sama. Terutama rokok yang mengandung zat adiktif berbahaya yang efeknya dapat menimbulkan ketagihan dan pengguna akan sulit berhenti mengonsumsinya. Yang paling menarik para siswa juga diajak melakukan simulasi menolak narkoba apabila ada teman yang mengajak. Sebagai penutup, narasumber menyampaikan 3 rumus terhindar dari narkoba, yakni Hidup untuk Tuhan, pahami bahaya narkoba, dan jauhi teman yang “nakal”.