Berita Sekolah

SMK Bina Nusantara Semarang Hadirkan Solusi Ekonomi Kreatif: Ajarkan Ibu-Ibu Wonosari Sulap Daun Menjadi Produk Bernilai Jual

2026-05-11

Nur Faidah, S.Pd

SMK Bina Nusantara Semarang terus menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui berbagi keahlian di bidang kreatif. Kali ini, dua tenaga pendidik terbaik dari jurusan Desain, Produksi, dan Busana SMK Bina Nusantara Semarang dipercaya menjadi narasumber dalam Pelatihan Ecoprint Teknik Pounding yang digelar di Aula Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Selasa, 28 April 2026. Kedua guru tersebut adalah Ibu Nisa Lufi Aryanti, S.Pd. dan Ibu Nur Faidah, S.Pd. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan edukasi teknis sekaligus motivasi kewirausahaan bagi 39 ibu-ibu perwakilan RW di wilayah Kelurahan Wonosari, Ngaliyan. Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini dibuka oleh Ibu Dwi Nur Fitriani, S.AP., MM., selaku Kepala Seksi Pembangunan, menjadi perwakilan Lurah Kelurahan Wonosari yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kehadiran para ahli dari SMK Bina Nusantara Semarang yang bersedia turun langsung membantu program pemberdayaan wanita di wilayahnya. Bagi tim SMK Bina Nusantara Semarang, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan implementasi nyata dari kompetensi keahlian yang diajarkan di sekolah untuk dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Di bawah arahan Ibu Nisa dan Ibu Nur Faidah, para peserta diajak mengeksplorasi kekayaan alam sekitar. Teknik pounding atau memukul daun dipilih karena kesederhanaannya namun mampu menghasilkan motif yang artistik pada media totebag blacu. "Teknik ini sangat ramah lingkungan dan bisa dilakukan di rumah dengan alat yang sederhana seperti palu kayu. Kami ingin menunjukkan bahwa dari dedaunan di sekitar kita, seperti daun jati, jarak, hingga bunga telang, bisa tercipta produk busana bernilai ekonomi tinggi," ujar Ibu Nisa Lufi Aryanti di sela-sela kegiatan. Peserta diajarkan secara mendalam mengenai alur produksi yang tepat, meliputi:

  1. Scouring: Pencucian kain untuk menghilangkan kotoran/lapisan lilin.
  2. Mordanting: Proses perendaman kain menggunakan tawas.
  3. Layouting: Seni menata komposisi daun dan bunga.
  4. Pounding: Proses pencetakan pigmen alami menggunakan palu.
  5. Fiksasi: Langkah krusial menggunakan tawas atau soda ash untuk mengunci warna. Antusiasme yang luar biasa dari para ibu-ibu Wonosari yang mana banyak dari mereka aktif bertanya mengenai jenis daun yang memiliki pigmen kuat hingga cara perawatan kain ecoprint agar tahan lama. Melalui kegiatan ini, SMK Bina Nusantara Semarang membuktikan bahwa sekolah vokasi tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menjadi pusat ilmu yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

Kategori

Berita Sekolah

Berita Terbaru

PPDB Sudah Dibuka

Penerimaan peserta Didik Baru TA 2025/26

Daftar Sekarang